Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 22 Januari 2013

Kualitas Diri Berawal dari Respon

Malam ini aku memasang status di Facebook dengan kalimat : “Kualitas seseorang tidak dilihat dari seberapa hebat kejadian yang pernah dialaminya, melainkan dari respon yang diberikannya saat menghadapi kejadian tersebut”. 

Lalu ada komentar yang masuk dari kakakku tercinta, mencoba menguji kalimatku tersebut. Inti komentarnya kurang lebih seperti ini : Apabila ada seseorang yang tanpa alasan mendadak dipukuli orang asing, lalu orang yang dipukuli tadi meresponnya dengan marah-marah dan balas memukul, apakah respon “marah-marah” dan “balas memukul” yang ditunjukkan orang tersebut termasuk kualitas seseorang yang baik atau buruk?

Sekarang kita coba kembalikan ke asal kata “kualitas”.
Apakah “kualitas” itu?
Dari Wikipedia, definisi “quality” jika aku coba terjemahkan ke Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

“Kualitas adalah persepsi atau penilaian subyektif terhadap suatu hal tertentu yang bisa berbeda-beda antara persepsi orang yang satu dengan orang yang lainnya.”

Dari definisi tersebut, jelas sekali disebutkan kata “subyektif”, yaitu bahwa kualitas sebuah benda atau seseorang tergantung dari penilaian orang lain.

Mari kita ambil sebuah contoh yang kita jumpai sehari-hari.

Orang beranggapan bahwa Blackberry adalah sebuah produk yang berkualitas.

Apa alasannya?

Ke manapun kita pergi, ke mal, ke kantor, di jalan, hampir selalu bertemu orang yang di tangannya menggenggam Blackberry atau bahkan sedang asik memainkannya.

Aku pernah mendengar cerita dari seorang teman yang waktu itu lagi nongkrong di dekat sebuah gerai ponsel, dalam waktu 30 menit saja dia sudah menjumpai 5 orang yang semuanya membeli Blackberry. Luar biasa! Itu hanya di satu gerai saja. Bagaimana jika semua gerai ponsel digabungkan penjualan Blackberry-nya?

Para pengguna Allay Gaptek Blackberry menganggap Blackberry adalah sebuah alat yang sangat canggih dengan fitur-fitur yang mutakhir,
yang memungkinkan kita tetap bisa terhubung dengan dunia maya tanpa batas. Facebook, Twitter, Messenger, Email, semuanya ada di sana.

Dengan kata lain, menurut mereka (para ALAY GAPTEK) Blackberry adalah produk yang berkualitas.

Tapi apakah semua orang akan beranggapan seperti itu?

JELAS TIDAK!

Kalau Anda gemar browsing di internet, barangkali Anda akan menemukan bahwa ada komunitas-komunitas yang sama sekali tidak menyukai kehadiran Blackberry dengan sepak terjangnya sampai saat ini. (salah satunya FP ini)
Komunitas yang menamakan dirinya Anti-Blackberry ini umumnya TIDAK menyukai efek yang ditimbulkan dari pemakaian Blackerry ini terhadap penggunanya.

Orang jadi ANTI SOSIAL, TIDAK peka dengan lingkungan sekitar, Aku sendiri pun sering menjumpai orang yang lagi asik dengan Blackberry-nya, mendadak tertawa sendiri saat membaca tulisan dari temannya. (ORANG YANG ANEH).

Dari contoh di atas bisa kita ambil kesimpulan awal bahwa berkualitasnya sebuah benda tergantung dari orang yang menilainya.

Bahkan orang sekelas Mario Teguh, Tung Desem Waringin, dan orang-orang hebat lainnya pun masih ada yang menganggap mereka TIDAK lah terlalu istimewa.

Jadi mulai hari ini, dalam menghadapi setiap kejadian pilihlah respon yang menurut Anda akan membentuk kualitas positif diri Anda.
Lalu biarkan orang lain yang menilai...

0 komentar:

Poskan Komentar